Tidak Ada Orang Yang Mengerti Diri Kita Selain Diri Kita Sendiri

Tidak Ada Orang Yang Mengerti Diri Kita Selain Diri Kita Sendiri

Banyak orang berpikir bahwa saat orang mengalami gangguan mental. Memiliki masalah dengan pikiran dan mental, itu adalah orang gila. Sehingga merasa itu adalah sebuah aib yang harus ditutup dengan benar-benar. Dan berharap tidak ada orang yang tahu karena malu. Takut dijauhi karena dia memiliki gangguan mental, memiliki masalah mental. Dan itu tidak benar, dan jangan berpikir seperti itu. Jauhi pemikiran seperti itu. Karena itulah yang akan membuatmu tambah drop tambah parah lagi kondisinya. 

Tidak Ada Orang Yang Mengerti Diri Kita Selain Diri Kita Sendiri

Setiap orang memiliki masalah yang berat, ada orang memiliki satu masalah saja, tapi itu adalah masalah yang sangat berat dan sangat menguras tenaga dan emosi. Sehingga dia bisa terlihat sangat penuh dan banyak pikiran. Terlihat stres dan tidak menikmati hidup. Ada juga orang yang memiliki masalah sepele, tapi ada banyak sekali. Ada berpuluh-puluh masalahnya, tapi itu hanya hal sepele saja, tapi karena ada banyak sehingga dia merasa itu sangat berat dan membuat dia cukup menghabiskan tenaga dan pikiran dalam memikirkan hal tersebut. Ya beda-beda memang. Makanya kita tidak bisa meremehkan atau merendahkan permasalahan orang lain. Karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. 

Kita juga perlu membedakan mana yang perlu kita perhatikan mana yang tidak. Kita perlu juga untuk membedakan mana yang harus dipikirkan dan mana yang tidak. Walaupun memang sulit, tapi ada saatnya kalian bisa kok melewati itu. Kita bisa kok melewati semua itu. Jadi jangan terlalu terpaku dengan masalah kita. Jangan terlalu larut dengan masalah kita. Kita bisa memikirkannya. Kita bisa menghabiskan waktu kita untuk mengurus dan memikirkan semua hal tersebut. Tapi selama kita masih bisa tahan, ya tahan, selama kita masih bisa mengendalikan, ya coba untuk belajar mengendalikannya. 

Tidak semua orang bisa mengerti posisi kita yang sebenarnya. Meskipun kita sudah mengatakannya dengan saksama. Meskipun kita sudah menjelaskan secara detail. Mungkin mereka bisa memahami dan mengerti tapi itu tidak akan lebih dari lima puluh persen saja. Karena bagaimanapun mereka tidak berada dalam posisi kalian. Sehingga mereka tidak akan tahu bagaimana cara untuk benar-benar mengetahui dan memahami perasaan kalian. Mereka hanya akan sampai di tahap oke saya tahu keadaan kalian.